Cerita Dewasa – bersetubuh dengan karyawan baru

October 10, 2009 · Posted in Cerita Seks Perselingkuhan 

Cerita Dewasa – Melihat karyawan cantik berlengggak lenggok pada saat melayani calon dengan kondisi rok mini,body  sexy dengan balutan busana yang sangan ketat. Siapa yang tak tertarik melihatnya,memang dalam berbisnis untuk sebuah promotion atau service disajikan se apik mungkin untuk mendapat simpati dan empati para pengunjung.Kian banyak service yang menarik tentunya akan membawa keuntungan yang meninggi.Tapi,apakah dengan pemandangan yang indah karyawan lawan jenis gak merasa teropsesi atau memiliki hasrat? Ceritadewasaseks.com kali ini akan menceritakan cerita menarik tentang hubungan sex dua orang karyawan di salah satu perusahaan.Sebut saja namanya rudi,salah satu karyawan baru.Dia masih dalam proses  tranning.Memiliki body atletis,ganteng dan masih muda membuatnya mempunyai karisma luar  biasa bagi siapa saja yang memandang ditambah di adalah cowok yang murah senyum.Pasti ketika berjumpa dia kesan pertama pasti memikat,tertarik dan kesan ramah yang dimilikinya.Dalam tranningnya dia masih dipandu oleh salah seorang karyawannya yang senior,sang junior pun kerap kali bertemu untuk urusan kerjanya,Hingga suatu kejadian yang sangat nikmat adalah Sex yang telah mereka buat.Untuk itu simaklah cerita seks di bergairah berikut ini selamat membaca.

Di tempatku bekerja ada pegawai baru, Dia namanya Rudi, masih cukup muda, atletis dan ganteng. Persis seperti cowok idamanku. Dia ditempatkan denganku supaya aku bisa memberi dia training. Walaupun dia lebih tua dari aku tapi dikantor itu aku kan lebih senior dalam hal pekerjaan. Selama sebulan aku membantu dia untuk mengenal seluk beluk bisnis kantor sampai mengajak dia ke tempat beberapa klien besar. Setelah bulan pertama dia mengajakku ke pantai sehabis jam kerja, katanya mau nraktir aku yang sudah nemeni dia sebulan ini sampai dia sudah mengerti proses kerja di kantor.

Sehabis makan, aku ngobrol dengan Rudi dimobilnya yang diparkir di tepi pantai. Karena hari itu malam selasa, maka suasananya sepi, nggak banyak mobil yang parkir di pantai itu. Kebetulan sekali kaca mobil Rudi sangat gelap lapisannya, sehingga dari luar orang akan sukar ngintip ke dalam mobil.

Mobil diparkir menghadap ke semak2 yang sangat rimbun sehingga dari kaca depanpun orang tidak dapat ngintip ke dalam mobil. Rupanya Rudi memang mencari tempat strategis. Malam itu sekitar pukul 21.30, walaupun keadaan didalam mobil gelap, kami masih dapat memandang wajah masing2. “Tuti, kamu kok ahli bener cari customer kakap, memangnya kamu kasi servis khusus ya” dia mulai membuka pembicaraan, ngomongnya memang selalu to the point. Aku sih gak tersinggung Dengan pertanyaannya.

“Ah itu kan teknik menggaet order Di’, jawabku. Ngomongnya akhirnya menjurus ke hal2 berbau sex. ”Kamu sepertinya ahli ya untuk urusan servis nikmat ya Tuti” tanyanya lagi. “Ah biasa saja”, jawabku. “Kamu sendiri juga ahli kan, udah nikah atau masih pacaran”. “Aku masih sendiri, menclok dari satu kembang ke kembang lain”, jawabnya. “Terus ke semua kembang kamu minta kenikmatan dong”, tanyaku lagi.

“La iya lah, soalnya kalo dapet kan nikmat”, jawabnya. “Terus kamu dikasi”, tanyaku lebih lanjut. “Seringnya sih dikasih, Kalo aku minta ke kamu dikasih gak sih ? katanya sambil memelukku. Wajahnya Dengan sangat perlahan-lahan didekatkan wajahku. Tanpa menunggu jawabanku, dia nekat mencium bibirku Dengan penuh napsu. Aku tidak menolak malah menyambut ciumannya, tangannya segera menyambar payudaraku dan diremas2nya Dengan gemas. “Tuti, katanya lagi “aku pengen ngentot sama kamu”, katanya terus terang sambil terus meremes2 payudaraku.

Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu, kemudian tangannya merogoh masuk kedalam braku. payudaraku langsung diremesnya lagi, jari2nya kemudian memlintir pentilku. Aku menjadi terangsang karena ulahnya. “Ah, Rud kamu nakal ih”, kataku manja. “Tapi kamu suka kan diremes2 begini. Aku boleh pegang memek kamu ya Tuti, udah kepengin nih aku”, katanya sambil membuka retsluiting celanaku.

Dia tidak menunggu lampu hijau dari aku tapi langsung action saja. Aku membiarkan tindakannya. Celenaku malah diplorotkan sampe kepaha sehingga kelihatanlah CDku yang tipis dan minim. Dengan penuh napsu langsung tanggannya menerobos ke sela2 pahaku dan menggosok vaginaku yang masih dilapisi CD. “Tuti udah basah banget memek kamu, kamu udah napsu ya, jembut kamu lebat banget Tuti, nggak heran napsu kamu besar, Kamu belum pernah dientot di mobil kan Tuti, kita ngentotnya dimobil aja ya”, katanya lagi.

Aku bingung apakah membiarkan dia mengentoti aku atau tidak, dalam hati sih aku kepengen dientot karena sudah cukup lama rasanya aku nggak ngerasain penis keluar masuk vaginaku. Makanya aku membiarkan dia meraba seluruh tubuhku. Aku buka retsluiting celananya juga, menurunkan celananya, kemudian aku merogoh masuk CDnya, wow penisnya ternyata besar dan panjang, ngacengnya sudah keras sekali.

“GeDe amat kontolmu Rud”, kataku. “Emangnya kamu belum pernah ngerasain penis segeDe punyaku”, jawabnya bangga. “Gak segede kontolmu”, jawabku terus terang. “Wah kalo gitu memek kamu masih sempit dong, cuma kelewatan penis yang kecil, malem ini asik dong kita ya. Kamu mau kan aku entot”, katanya sambil tertawa. penis Rudi tergolong besar juga, keker, melengkung keatas dan urat-uratnya nonjol-nonjol.

“Wah!… pasti cewek kamu ngejerit kalo kamu entot dong”. “Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi kamu juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya kamu kan binal banget kalo lagi dientot”, jawabnya. Singkat cerita, kami berdua pindah ke bangku belakang mobilnya. Baju dan celana ku dilepaskan dan dia langsung saja meremas2 kembali payudaraku. Nggak lama kemudian braku sudah dilepasnya. Dia mencium keningku, kemudian mataku. Aku terpejam menikmati ciuman dan remasannya dipayudaraku. Ciumannya turun ke hidungku, pipiku dan akhirnya mendarat di bibirku. Nafasku mulai agak memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan mulutnya ke leherku, ke pundak, lalu turun ke payudaraku yang sudah mengeras. Dia memainkan lidahnya dipentilku yang juga sudah mengeras, yang kiri dan kemudian yang kanan. “Aah Rud, enak”, kataku terengah karena napsuku yang sudah berkobar2.

Dia terus menciumi pentilku, kemudian turun ke perutku dan menciumi puserku, aku selalu kegelian kalo puserku dicium. Sambil mencium puserku, tangannya nyelip ke balik CD mini ku dan meraba vaginaku. otomatis pahaku mengangkang supaya dia mudah mengakses vaginaku. “Tuti, ni jembut, lebat amat,” katanya sambil mengelus2 jembutku. Kemudian jarinya terbenam dimemekku dan terus mengilik2 itilku. “Tuti memekmu udah basah banget, kamu udah napsu sekali ya”, katanya.

Aku tidak menjawab perkataannya hanya mengerang keenakan karena kilikan jarinya ke itilku makin cepat. Mulutnya kemudian menciumi jembutku dan kemudian lidahnya menggantikan fungsi jarinya mengilik itilku. Aku semakin tidak dapat menahan naspuku dan eranganku semakin keras. Dia langsung meremas kedua payudaraku dan memlintir2 pentilku. “Rud, aku udah pengen dientot, masukin dong penis kamu”, kataku minta. Lidahnya terus saja menjilati itilku sehingga kembali aku menDesah keenakan.

“Ayo Rud, enak banget, padahal baru dijilat. Apalagi kalo disodok pake penis gede kamu, lebih enak lagi, ayoo dong Rud aku udah gak tahan nih”, aku terus merengek2 minta segera dientot. Dia merebahkan senDeran bangku mobilnya sehingga aku menjadi berbaring, kakiku agak menekuk karena panjang mobilnya tidak mencukupi. Dia segera memposisikan dirinya keDekat kepalaku “Tuti, aku pengen ngerasain dulu diemut sama kamu”, katanya sambil menDekatkan penisnya ke mulutku.

Segera kugapai penisnya yang sudah ngaceng dan kumasukan penisnya yang besar dan melengkung kDealam mulutku. Langsung kuemut Dengan keras. Dia mendorong penisnya keluar masuk pelan ke mulutku sambil menDesis. Aku emut penisnya terus. “Tuti diemut mulut kamu aja nikmatnya kaya begini, apalagi kalo diemut memek kamu ya”, katanya sambil mempercepat enjotan penisnya keluar masuk mulutku. “Tuti, aku ngecret dimulut kamu ya”, katanya. “Jangan Rud, dimemekku aja, aku udah pengen ngerasain penis kamu keluar masuk vaginaku”, jawabku. Dia melepaskan semua pakaiannya dan kemudian menarik CDku sampe lepas, kami sudah bertelanjang bulat.

Dia memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku dan mengarahkan penis geDenya ke vaginaku. Aku rasakan kepala penisnya mulai masuk perlahan, ditekannya lagi sedikit sehingga penisnya mulai menyeruak sDeikit2 ke dalam vaginaku. Nikmat banget rasanya vaginaku kegesek penisnya yang besar dan keras itu. Perlahan tapi pasti penisnya nancep makin dalam ke vaginaku.

Kurasakan vaginaku udah mulai basah karena gesekan penisnya yang hampir masuk semua itu. Akhirnya dia menDesakkan penisnya Dengan cepat dan tiba-tiba sehingga nancap semuanya di vaginaku.”Sssshhhhh…..”, erangku sambil terpejam. Dia mulai mengenjot penisnya keluar masuk vaginaku Dengan cepat dan keras. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Aku mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku kekiri, lalu kekanan, memutar, mengiringi enjotan penisnya di vaginaku.

Aku meremas rambutnya, sesekali badannya kupeluk erat2. Tubuhku dan dia berkeringat karena dalam ruangan mobil mulai panas, namun aku tidak perduli karena sedang merasakan nikmat. Dia terus mengenjotkan penisnya Dengan cepat dan keras. Aku merasa sudah mau nyampe, “Rud, cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget kontolmu Rud”, Kakiku kuangkat ke atas melingkari pinggangnya sehingga rasanya penisnya nancep makin dalem di vaginaku. Akhirnya “Rud….. aahhhh”, kurasakan vaginaku menegang dan mengejut-ngejut menjepit penisnya.

“Tuti, memekmu nikmat bangetnya bisa ngempot, baru kali ini aku ngerasain empotan memek senikmat empotan kamu”, katanya sambil terus mengenjotkan penisnya sampe “Aaahhhhh…. gila…. ini nikmat sekali… “, dia menancapkan penisnya sedalam2nya ke vaginaku dan ngecretlah pejunya. Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam vaginaku, pejunya muncrat banyak sekali. Aku terkulai lemes, kupeluk dia “Tuti, enak banget ngentot sama kamu, rasanya beda sama cewek lainnya yang pernah kuentoti”, katanya.

“Aku juga nikmat Rud, abis penis kamu geDe banget. Aku pengen lagi Rud, kita cari kamar yuk. Biasanya selain di mobil kamu ngentotnya dimana” ajakku. Dia langsung mencabut penisnya, mengambil tisu dan diberikannya kepadaku untuk mengelap memek dan keringetku. Diapun menyeka keringat dan penisnya Dengan tisu. Tisu bekasnya dibuang ke luar jenDela yang sudah dibuka sDeikit supaya hawan didalem mobil tidak terlalu panas. Kami memakai pakaian kembali dan dia membawaku ke motel diDekat pantai. Sampe dimotel, aku langsung masuk ke kamarnya. Iseng aku hidupkan TVnya, ternyata motelnya menanyangkan film biru, perempuan Dengan wajah asia sedang nungging dientot sama bule. penis si bule yang besar dan panjang keluar masuk memek sicewek, dan ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru. Aku duduk di tempat tidur, napsu juga aku nonton filmnya, sementara dia sedang membereskan pembayaran sewa kamar. Kemudian dia duduk disebelahku di tempat tidur, ikut nonton. Aku merapatkan ke badannya, payudaraku sebelah kiri udah nempel di badannya. Kontolnya kuraba, ternyata sudah ngaceng lagi Dengan kerasnya. Dia membalas meremes payudaraku.

Segera saja pakaianku dilepasnya semuanya. Langsung dia kembali meremes2 payudaraku sambil mencium bibirku. Aku berbaring ditempat tidur, dia mulai menciumi payudaraku dan menghisap pentilku. Tangan satunya menjalar kebawah dan mengkilik2 memek dan itilku. Aku merintih2 karena napsuku sudah naik lagi. Segera dia melepas pakaiannya sendiri dan berbaring disebelahku. Kontolnya yang sudah keras sekali kuremes2 dan kukocok2. Dia memutar badannya ke posisi 69 dan mulai menjilati memek dan itilku diantara pahaku yang sudah mengangkang lebar2. Jembutku dielus2nya sambil terus mengemut itilku. Aku sudah tidak dapat menahan napsuku yang sudah berkobar2. Kontolnya segera kuemut2. Akhirnya aku mengambil inisiatif menaiki badannya, menduduki kontolnya sehingga kontolnya kembali menyusup ke dalam vaginaku, kutekan Dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya sudah nancep semuanya ke vaginaku. Aku mulai mengenjot kontolnya Dengan menaik-turunkan pantatku. Kontolnya keluar masuk vaginaku seirama Dengan enjotan pantatku. Aku udah nggak tahan lagi, sehingga enjotanku makin cepet dan keras. payudaraku diremas2nya, dan pentilku terkadang diemut2nya.

“Rud, aku mau nyampe, enak banget kontolmu Rud”, erangku dan akhirnya aku ambruk diatas badannya. Terasa vaginaku kedutan meremes2 kontolnya. Dia segera berguling sehingga aku telentang dibawahnya. Dia meneruskan permainan Dengan mengenjotkan kontolnya keluar masuk Dengan cepat dan keras. Nikmat sekali, baru nyampe sudah dienjot Dengan keras. Dia terus saja mengenjot vaginaku Dengan cepat dan keras, “Tuti, tadi empotan vaginaku kerasa banget Deh, lebih kerasa katimbang di mobil. Nikmat banget Deh Tuti ngentot sama kamu”. Nggak lama lagi akhirnya dia pun hampir nyampe, “Tuti keluarin sama2 ya, aku hampir ngecret nih”.

Aku tidak menjawab, kakiku melingkari pinggangnya dan kuteken keras2 sehingga kontolnya nancep dalem sekali di vaginaku, sampai akhirnya aku bergetar karena nyampe lagi “Rud, nikmat banget, teken yang keras Rud”. Dia mengenjotkan kontolnya sedalam2nya di vaginaku dan melenguh “Tuti, aku ngecret”. Terasa pejunya muncrat beberapa kali didalam vaginaku. Oh nikmat banget rasanya, lemes banget badanku, aku memeluk dia erat2, dan dia akhirnya berbaring disebelahku, kontolnya berlumuran peju dan cairan vaginaku. “Rud, lemes banget Deh aku, ngentot sama kamu menguras tenaga ya”, kataku.

“Ya udah, tidur aja dulu, nanti bangun tidur kita ngentot lagi”, jawabnya sambil memelukku. Karena lelah, aku tertidur dipelukannya. Aku tidak tau berapa lama tertidur dipelukannya. Ketika aku terbangun, dia sedang memandangi wajahku yang masih ngantuk itu. “Tuti, kamu cantik sekali kalo sedang tidur, sayangnya kamu bukan istriku ya”. “Enggak jadi istri tapi kan udah melayani napsunya kamu”, jawabku tersenyum. Dia bangun dan masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia membawa gayung, sabun dan handuk.

Dia mulai membersihkan vaginaku yang belepotan pejunya dan lendirku sendiri. Setelah bersih, dia masuk ke kamar mandi lagi, terdengar suara air yang dibuang dan keran yang dibuka. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, lengkap Dengan sabun dan handuk. Rupanya dia mengganti air digayung. Dia duduk disebelahku dan mulai menyeka wajahku, terus kebawah, ke payudaraku, perutku, vaginaku lagi, pahaku sampai ke telapak kakiku. Aku jadi merinding, apalagi ketika toket, puser, memek dan pahaku dielus2nya dengan handuk basah.

Apalagi ruangan dingin karena AC tetap menyala. Aku hanya terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesainya dia berkata, “Gantian dong”. Aku segera membuang air yang ada digayung dan mengiSinya dengan air yang baru. Aku kembali ke tempat tidur dan mulai mengelap wajah, leher, dada dan perutnya dengan handuk basah. Kontolnya kukocock2 dan kepalanya kuemut2. “Enggak dilap malah diemut”, katanya. Aku tidak menjawab karena kepalaku sedang mengangguk2 sehingga kontolnya keluar masuk di mulutku. Cukup lama aku mengemut kontolnya, sampe pelan2 kontolnya mulai mengeras lagi.

Segera kontolnya kukocok2 dengan cepat sehingga ngaceng sempurna. “Rud,sudah siap tempur lagi nih kontolmu”. Dia tidak menjawab, tapi segera memeluk dan mencium bibirku. Tangannya segera meremas2 payudaraku dan kemudian kembali mengilik2 itilku. Dia tau bahwa napsuku akan cepat berkobar kalo itilku dikilik2, dia benar – nggak lama kemudian aku sudah napsu kembali dan pengen segera dientot. “Rud, aku udah pengen ngerasain kontolmu keluar masuk vaginaku lagi, masukin dong”, aku merengek2.

Dia akhirnya menaiki aku dan segera menancapkan kontolnya ke vaginaku. Nikmat banget rasanya ketika kontolnya yang besar itu segera menyesaki vaginaku karena sudah nancep semuanya dalam vaginaku. Dia mulai mengenjot kontolnya keluar masuk vaginaku dengan cepat dan keras. Aku mulai mengerang2 keenakan. Pantatku bergerak kekiri dan kekanan mengimbangi enjotan kontolnya. payudaraku diremas2nya dengan kedua tangannya, dia bertumpu dengan sikutnya, hal ini menambah rangsangan buatku. “Akhhh… Oukkkhhh” seruku kenikmatan. Dia memelukku erat dan mempercepat enjotan kontolnya, makin lama makin cepat dan keras.

Aku tidak dapat menahan serangannya lagi, sehingga akhirnya aku melolong “Rud, aku nyampe lagi, nikmat banget ngentot sama kamu Rud”. vaginaku terasa berdenyut2 meremas kontolnya sehingga dia pun meringis keenakan “Aah Tuti, empotan memek kamu kerasa banget. Kontolku kaya sedang diemut dan diremes. Empotanmu hebat banget Tuti”. Dia mencabut kontolnya dari vaginaku, aku ditunggingkannya dan dia menancapkan kontolnya ke vaginaku dengan keras, sekali enjot kontolnya sudah masuk semua. Kemudian dia mulai lagi mengenjot vaginaku dari belakang. Aku nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang luar biasa ketika dienjot kontolnya.

Dia memegang pantatku sambil mengenjotkan kontolnya dengan cepat dan keras. Aku nggak tahan untuk nyampe lagi, luar biasa enjotannya yang begitu merangsang aku sehingga aku cepat sekali nyampe. “Rud aku mau nyampe lagi, aakh”, seruku dan aku ambruk ke tempat tidur. “Tuti, kamu cepet banget nyampenya, aku belum kerasa mau ngecret”, katanya. “Abis kontolmu enak banget Rud, kamum pinter banget ngenjotnya. TeruSin aja sampe kamu ngecret lagi dimemekku”, jawabku. Dia menelentangkan ku dan segera dinaikinya tubuhku.

Kontolnya kembali ambles dimemekku dan dia mulai mengenjotkan keluar masuk dengan cepat. Kalo ditekan, kontolnya ambles semua di vaginaku, ooh nikmat banget rasanya. Dia dengan perkasa terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Setelah ngecret 2 kali dimemekku, ternyata dia bisa bertahan lebih lama. Kadang kontolnya dicabut dari vaginaku, dan sebentar kemudian ditancepkannya kembali dengan keras sehingga dengan sekali sodok langsung nancep semuanya ke vaginaku. “Rud, nikmat benget enjotanmu yang barusan, terus Rud, yang keras”, aku merintih2. Dia meneruskan cara enjotannya. Aku kembali berteriak2 keenakan.

Aku menggoyangkan pinggulku kekiri dan kekanan,.ketika kontolnya dicabut, pantatku refleks mengangkat keatas untuk mencegah kontolnya lepas dari vaginaku. Dia mengubah gaya enjotannya,sehabis menjotkan kontolnya hingga masuk semua, dia menarik kontolnya separuh beberapa kali kemudian digentakkanya kembali sehingga nancep kebagian paling dalam dari vaginaku. “Aaakh Rud, makin lama dientot kamu makin nikmat rasanya, aku lemes banget Rud”, kataku kepayahan. Dia terus mempermainkan vaginaku dengan cara itu. Kemudian dia memelukku erat2, menciumi wajah dan bibirku. Kontolnya tidak dienjotkan karena sudah nancep dalam sekali, tetapi digerak2kan. Lebih nikmat lagi rasanya karena seakan2 kontolnya sedang menggaruk2 vaginaku. “Rud, pinter banget sih kamu kasih kenikmatan sama aku”, teriakku. Dia mulai lagi mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan keras dan cepat. Aku menggeliat2 keenakan sambil mengerang2. Aku membelitkan kakiku ke pinggangnya, supaya dia cuma bisa mengeluar-masukkan kontolnya ke vaginaku tanpa bisa mencabutnya.

“Tuti, aku udah mau ngecret”, akhirnya dia melenguh. Kakiku yang melingkar dipinggangnya kuturunkan, aku mengangkang selebar2nya karena aku yakin dia akan mengenjotkan kontolnya lebih cepat dan keras lagi. Dia dengan terengah2 terus mengenjot vaginaku, sampai akhirnya “Tuti, aku ngecret”. Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam vaginaku, dan bersamaan dengan itu akupun nyampe lagi “Rud, aakh nikmat banget malem ini, kamu luar biasa sekali sehingga aku nyampe 3 kali baru kamu ngecret”. vaginaku terasa berdenyut2 meremas2 kontolnya. Keringatku bercampur dengan keringatnya yang membanjir walaupun AC dalam kamar menyala.

Setelah denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi dan membersihkan diri. “Kita istirahat saja ya Tuti, besok baru pulang”. “iya Rud, aku lemes banget nih, tapi besok sebelum check out aku dientot lagi ya” Ketika aku terbangun kembali, kulihat di sudah terbangun dan turun dari ranjang ke kamar mandi. “Tuti, tidur aja lagi masih gelap diluar”. Aku melihat arloji, jam 5 lewat.Tetapi aku merasa lapar, mungkin karena semalam kerja keras dengan dia ya. Dia kembali dari kamar mandi. “Rud, aku laper nih”, kataku. Dia tersenyum “Semalem kerja keras ya Tuti”, “Iyalah, kamunya sih gak puas2 ngentotnya”, jawabku. “Tapi suka kan”, katanya lagi.

“Suka banget, enak kok gak suka”, jawabku. Dia menelpon room service pesan makan pagi. Tidak lama kemudian, pesanannya datang. Aku segera masuk ke kamar mandi dan dia dengan hanya balutan handuk menerima dan membayar pesanan makanan itu. Setelah itu, walaupun masih gelap segera makanan kusantap dengan lahap. Sehabis makan aku masuk kekamar mandi membersihkan diri. “Sin, ngapain bebersih, kan sebentar lagi keringatan lagi”, katanya dari ranjang. Ketika keluar dari kamar mandi, dia sudah berbaring di ranjang sambil mengelus2 kontolnya. Aku berbaring disebelahnya dan segera mengelus2 kontolnya juga. Dia membiarkan aku mengelus2 kontolnya, kuremas2 dan mulai kukocok2. Nggak lama kemudian kontolnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku dengan napsu, payudaraku pun diremas2nya dengan gemas. Perlahan dia mulai menciumi payudaraku, pentilku menjadi sasaran emutannya, aku mendesah2 keenakan. “Terus Rud, enak”, erangku.

Bibirnya terus menjelajah kebawah, ke vaginaku. Pahaku dikangkangkannya, sehingga belahan vaginaku menganga. Dia mulai menjilati vaginaku yang sudah basah. Aku tambah melenguh2 ketika itilku menjadi sasaran jilatannya yang berikut. “Rud, enak banget, aku udah napsu Rud. Dientot dong”, pintaku. Dia tidak memperdulikan eranganku, malah itilku diemutnya, sementara tangannya terus meremas2 payudaraku dan memlintir2 pentilku.

Rangsangan yang aku terima pagi buta itu makin besar sehingga akhirnya aku tidak dapat menahan diriku lagi, “Rud, aku nyampe Rud”. “Cepat banget Tuti, belum dientot”, jawabnya. Aku terkulai lemas karena sudah nyampe, kontolnya segera kuremas2 lagi. Dia kembali mencium bibirku dengan ganas, aku menyambut ciumannya. Lidahku segera melilit lidahnya dan dia menghisap lidahku yang masuk kemulutnya. payudaraku terus diremas2nya.

“Tuti, isep kontolku dong”, pintanya, segera saja aku merubah posisi dan mulai menjilati kontolnya yang sudah keras banget ngacengnya. Kepala kontolnya mulai kuemut dan tak lama kemudian kepalaku mulai mengangguk2, mengeluar masukkan kontolnya ke mulutku. Gilirannya yang melenguh, “Enak banget Tuti”. vaginaku yang berasa dekat mulutnya kembali menjadi sasaran, Lidahnya segera menyerbu masuk dan mulai menjilat itilku lagi. Napsuku dengan cepat berkobar kembali. Aku direbahkannya dan tubuhnya langsung menindihku sembari menciumi bibirku. Kontolnya diarahkan hingga berada tepat di depan mulut vaginaku, digosok-gosokkannya kontolnya di lipatan vaginaku.

SensaSinya sangat mengenakkan, aku memeluknya erat sekali sambil terus mengerang nikmat. vaginaku semakin basah dan perlahan kontolnya yang besar mendesak masuk ke dalam vaginaku. Aku mengangkat kedua kakinya hingga selakanganku lebih terbuka lebar sehingga kontolnya dengan leluasa menerobos masuk vaginaku. Aku mengeluh, “Aduh.., enak banget Rud”. Saat itu kontolnya telah masuk semua, dia diam sejenak dan kemudian dengan perlahan muali mengenjotkan kontolnya keluar masuk, semakin lama semakin kencang hingga memasuki vaginaku sampe mentok.

Dia terus mengenjotkan kontolnya dengan penuh napsu sambil melumat habis bibirku dan meremas payudaraku yang mengeras. Ciumannya mulai turun ke leherku, aku mendesah kenikmatan. “Rud, aku hampir..” aku makin mendesah nggak karuan. Dia tidak memperdulikan eranganku, kontolnya terus dienjotkan keluar masuk vaginaku dengan keras dan cepat. Aku terus mendesah desah, sementara enjotan kontolnya makin cepat saja kdealam vaginaku. “Rud, aku mau lagi.. Ahh..”, rintihku. “Aku juga Tuti..”, balasnya. Enjotannya dipercepat dan akhirnya pejunya muncrat memenuhi vaginaku.

Bersamaan dengan itu, aku mengejang keenakan. Aku nyampe berbarengan dengan dia. vaginaku terasa berdenyut2 meremas2 kontolnya. “Enak banget Tuti”, erangnya. Aku dipeluknya sambil mencium keningku, kontolnya masih tertanam di vaginaku sampai mengecil dengan sendirinya. Dia akhirnya mencabut kontolnya. Ranjang telah sangat basah oleh cairan kami berdua. Lalu kami berdua kembali tidur sambil berpelukan beberapa lama. Ketika bangun, segera dia mengajakku membersihkan diri, berpakaian dan cek out, karena kita harus bekerja.

>> Download Versi Film Bokepnya Klik Disini <<

Comments

Leave a Reply