Daftar Judi Online

Daftar Judi Online

Cerita Dewasa Gara-gara Judi Togel Online, Istriku Disetubuhi Pakdeku

July 26, 2014 · Posted in cerita dewasa sedarah, Cerita Seks Perselingkuhan · Comment 

Tidak mudah bisa bertahan hidup di Jakarta apabila seseorang tidak memiliki kepandaian, stamina dan daya tahan terhadap berbagai tekanan dan kesulitan. Dan itu semakin aku rasakan. Sejak tiga tahun terakhir aku bersama istri yang baru kunikahi meninggalkan kampungku di Sleman, Yogya, menuju ibukota Jakarta untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hingga kini kehidupan yang lebih baik itu belum juga aku memperolehnya.
Aku mau dan pernah melakukan pekerjaan apa saja sepanjang itu halal. Dari penjaga toko, narik ojek, tukang batu atau pekerjaan lainnya yang sesuai dengan apa yang aku bisa. Tetapi itu semua nampaknya belum menjanjikan masa depan yang lebih baik.

Sejak beberapa bulan terakhir ini aku terseret pergaulan teman di kampung ikut main lotere buntut atau yang biasa disebut ‘togel via online di situs klik4d.com’. Pada awalnya aku menyaksikan seorang teman menarik kemenangan sebesar 16 juta rupiah kontan dari situs www.absbet.com. Aku langsung tergiur. Saat pertama kali aku pasang togel, Rini marah dan sangat tidak setuju. Tetapi sesudah aku berusaha menenangkannya akhirnya dia tidak lagi menentang walaupun tidak sepenuhnya menerima gagasanku. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya dari sekian nomer yang kupasang salah satunya berhasil menang. Aku berhasil menarik 10 juta rupiah dari kemenangan 2D yang kupasang Rp. 100.000 dan juga colok jitu sebesar Rp. 500.000 di situs klik4d.com. Dengan gembira uang itu kuserahkan seluruhnya kepada Rini. Ternyata istriku ini menerimanya dengan dingin. Hal itu membuatku marah dan sangat amat kecewa karena uang yang kudapatkan susah-susah malah tidak diterima dengan gembira. Akhirnya karena kekecewaanku pada istriku saat aku menang togel lagi dari situs judi online absbet.com akupun mencoba untuk melakukan perselingkuhan dengan ke sebuah tempat prostitusi di sebuah kota besar di jawa timur. Sebenarnya dalam permainan togel di online aku memperoleh banyak kemenangan, tapi karena kecewa berat dengan istriku lambat laun kemampuan asahku tentang menebak angka togel makin menurun, sementara uang kemenangan puluhan juta dari togel dalam 1 bulan dihabiskan oleh simpananku seorang psk cantik di sebuah tempat prostitusi ternama. Karena cadangan uang yang menipis dan uang itu harus kubagikan kepada 2 wanita akhirnya akupun bangkrut dan kehabisan modal untuk main. Padahal aku dalam 1 bulan dalam bermain judi bola dan judi togel online di situs judi absbet.com dapat menarik kemenangan sampe 50 juta rupiah dengan modal kurang lebih hanya Rp. 5.000.000. Gaya hidup foya-foya saat menang dan kekecewaan pada istriku membuat semua kemenanganku sia-sia.

Kebetulan ada famili jauhku, Pakde Karto yang telah lama hidup di Jakarta dan mendapatkan kehidupan yang cukup mapan. Usahanya sebagai tengkulak tembakau untuk pabrik rokok ‘gurem’ nampaknya membuat hidupnya kecukupan. Kalau aku kesulitan uang Pakde Karto selalu menjadi tujuanku dan biasanya dia mau menolongku. Dia bilang kasihan pada istriku yang masih muda harus menderita hidup di Jakarta. Dia tidak mau mengajak aku kerja di tempatnya. Alasannya karena kurang suka mempekerjakan sanak famili. Dia bilang dirinya punya sifat gampang marah dan kasar. Khawatir sifat itu bisa menyinggung perasaan dan putus hubungan kekeluargaan. Walaupun begitu dia sangat memperhatikan kepentingan kami, khususnya kepentingan istriku. Terkadang dia belikan sesuatu, misalnya baju atau perabot dapur atau lainnya.

Hanya satu hal yang aku kurang sreg dengan Pakde Karto. Kalau aku minta bantuan pinjam uang dia tidak ijinkan aku ke kantornya. Dia selalu menyuruh sampaikan saja apa kebutuhanku lewat telpon, nanti dia akan datang. Dan dia memang datang. Dia berikan pinjamanku dan dia juga bawa oleh-oleh untuk Rini, istriku.

Selama berada di rumah kuperhatikan matanya yang selalu nampak melotot memperhatikan tubuh istriku. Beberapa kali dia bertandang ke rumahku, tak pernah sekalipun dia bawa istrinya. Aku pikir dia nggak mau kesukaan melototnya saat melihati istriku terganggu. Rasanya Pakde Karto ini bandot tua. Kadang-kadang sikapnya aku anggap keterlaluan. Seharusnya dia mengetahui dirinya sebagai panutan karena lebih tua dari aku. Tetapi dia tidak pernah menampakkan perhatiannya padaku. Kalau aku ngomong, dia menyahut ‘ya, ya, ya’ tanpa pernah lepas dari pandangan ke Rini dan sama sekali tak pernah melihat padaku. Terus terang kalau tidak terpaksa aku segan berhubungan dengan Pakde Karto ini.

Dari sudut fisik, Pakde Karto ini memang masih gagah. Pada umurnya yang memasuki 57 tahun, disamping wajahnya yang memang cukup ganteng, tubuhnya juga cukup terawat baik, tangannya ada sedikit berbulu. Tingginya sama dengan aku 175-an cm. Agak gendut, mungkin karena cukup makmur. Dan tampang bandotnya memang nyata banget. Aku yakin Pakde Karto suka mencicipi berbagai macam perempuan dan tidak kesulitan untuk mendapatkan ‘daun-daun muda’.

Akan halnya Rini, istriku, dia adalah gadis idamanku saat kami masih sama-sama satu sekolah. Aku duduk di kelas 3 dan dia kelas 1 di SMU 1. Kami langsung berpacaran sejak dia masuk ke sekolah. Aku bangga dapat dia yang hitam manis dan paling ‘macan’, begitu teman-teman menyebut ‘manis dan cantik’ untuk Riniku ini. Dengan tingginya yang 170 cm, dia termasuk gadis paling semampai di sekolah kami. Kalau ada lomba volley antar sekolah Rini selalu menjadi bintang lapangan. Bukan karena menang bertanding tetapi karena macan-nya tadi. Aku tahu banyak perjaka lain yang naksir berat padanya. Walau Rini pernah juga mendapatkan julukan ‘piala bergilir’, aku tidak merasa keberatan. Dan pada akhirnya akulah pemenangnya yang bisa menggandengnya ke pelaminan.

Sesudah melewati tahun pertama pernikahan, kami merasakan adanya kurang seimbang, khususnya dalam hal hubungan seksual. Secara sederhana, Rini orangnya ‘hot’ banget, sementara aku mungkin ‘cool’ banget. Aku merasa kewalahan kalau mesti menuruti kemauannya. Dia mau setiap hari berhubungan seks. Sementara aku merasa cukup 2 kali seminggu. Untuk memenuhi keinginannya Rini memberikan aku berbagai macam jamu atau obat kuat. Pertama-tama kuikuti kemauannya itu. Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama. Bagaimanapun kapasitas normalku ya, seminggu 2 kali itu. Akhirnya solusinya adalah kompromi, aku akan selalu berusaha menaikkan kapasitasku dan dia sedikit menurunkan kapasitasnya. Hasilnya? Entahlah.

Walaupun belum mempunyai anak, karena kami sepakat untuk KB sampai keadaan ekonomi kami mantap, Rini tidak kekurangan kesibukkan. Dia sering menerima pesanan ‘caterring’ dari teman atau tetangga untuk hajatan-hajatan kecil di seputar rumah kami. Terkadang dia juga membuat makanan kecil untuk dititipkan ke warung-warung. Itu semua dia kerjakan dengan senang hati untuk mencari sekedar tambahan nafkah rumah tangga.

Dia juga suka mengeluh risih dengan sikap Pakde Karto. Tetapi dia bilang nggak mau terlampau risau dan tetap menunjukkan sikap sopan sebagai keponakan mantu.

Sejak beberapa bulan terakhir ini aku terseret pergaulan teman di kampung ikut main lotere buntut atau yang biasa disebut ‘togel via online di situs klik4d.com’. Pada awalnya aku menyaksikan seorang teman menarik kemenangan sebesar 16 juta rupiah kontan dari situs www.absbet.com. Aku langsung tergiur. Saat pertama kali aku pasang togel, Rini marah dan sangat tidak setuju. Tetapi sesudah aku berusaha menenangkannya akhirnya dia tidak lagi menentang walaupun tidak sepenuhnya menerima gagasanku. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya dari sekian nomer yang kupasang salah satunya berhasil menang. Aku berhasil menarik 10 juta rupiah dari kemenangan 2D yang kupasang Rp. 100.000 dan juga colok jitu sebesar Rp. 500.000 di situs klik4d.com. Dengan gembira uang itu kuserahkan seluruhnya kepada Rini. Ternyata istriku ini menerimanya dengan dingin. Hal itu membuatku marah dan sangat amat kecewa karena uang yang kudapatkan susah-susah malah tidak diterima dengan gembira. Akhirnya karena kekecewaanku pada istriku saat aku menang togel lagi dari situs judi online absbet.com akupun mencoba untuk melakukan perselingkuhan dengan ke sebuah tempat prostitusi di sebuah kota besar di jawa timur. Sebenarnya dalam permainan togel di online aku memperoleh banyak kemenangan, tapi karena kecewa berat dengan istriku lambat laun kemampuan asahku tentang menebak angka togel makin menurun, sementara uang kemenangan puluhan juta dari togel dalam 1 bulan dihabiskan oleh simpananku seorang psk cantik di sebuah tempat prostitusi ternama. Karena cadangan uang yang menipis dan uang itu harus kubagikan kepada 2 wanita akhirnya akupun bangkrut dan kehabisan modal untuk main. Padahal aku dalam 1 bulan dalam bermain judi bola dan judi togel online di situs judi absbet.com dapat menarik kemenangan sampe 50 juta rupiah dengan modal kurang lebih hanya Rp. 5.000.000. Gaya hidup foya-foya saat menang dan kekecewaan pada istriku membuat semua kemenanganku sia-sia. Read more

Cerita Sex Bersama Seorang Mertua Kontol Besar

Cerita Sex bersama mertuaku yang kontolnya besar ini saya susun berdasarkan fakta yang saya dapat dari cerita pribadi salah seorang bekas teman karib semasa kuliah dulu. Ia baru saja menikah sekitar satu setengah tahun lamanya. Yanti nama temanku itu. Sementara suaminya bernama Pras. Kejadiannya bermula ketika Pras mendapat tugas luar kota dari kantornya, di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Pras memang biasanya dapat pergi tiga sampai empat hari. Seandainya pulang pun hanya beberapa jam saja, kemudian berangkat lagi. Sebagai seorang isteri, Yanti tidak dapat melarangnya, apalagi itu urusan kerja. Maklum, yang dilakukan itu ada kaitan dengan promosi terhadap diri Pras menjadi Area Sales Manager dalam waktu dekat. Yanti tentu saja merasa ikut senang mendengar akan hal itu, sehingga ia memberikan kebebasan waktu pada Pras untuk meningkatkan prestasinya.

Karena kesibukannya itu, Pras sering melupakan hak Yanti sebagai seorang isteri. Hari-hari Yanti penuh dengan kesepian. Apalagi buah perkawinan mereka belum juga ada. Akhirnya Yanti menggunakan waktu sepi itu untuk berbagi rasa dengan mertuanya, Prambudi. Prambudi sudah sangat berumur, karena usianya sudah hampir mencapai setengah abad. Prambudi saat itu sudah hidup sendiri tanpa pendamping hidup, karena isterinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Kebetulan Prambudi tinggal serumah dengan mereka. Obrolan serta gurauan, hampir mereka lakukan setiap hari, terutama ketika Pras sedang tidak ada di rumah. Tidak jarang karena Yanti dan mertuanya keasyikan mengobrol, mereka terkadang sampai lupa waktu. Mereka pernah sampai tengah malam baru berhenti mengobrol.

Yanti merasa obrolan dengan mertuanya itu bermanfaat. Ia menjadi lebih terhibur dan tidak lagi begitu kesepian seperti hari-hari sebelumnya. Begitu juga dengan mertuanya. Prambudi merasa lebih senang dan enjoy. Sebelumnya ia yang pendiam kini berubah menjadi periang. Sejak itulah, Yanti bersama mertuanya saling mengisi hari-hari luang mereka dengan obrolan-obrolan kecil namun menyenangkan hati mereka berdua. Setidak-tidaknya rasa jenuh yang dirasakan Yanti kini terobati. Dan harus diakui oleh Yanti, pengetahuan mertuanya memang begitu banyak. Cara penyampaiannya pun cukup diplomatis dan memperlihatkan wibawa seorang yang telah berumur. Read more

Cerita dewasa – Seks antara keponakan dan Om

November 17, 2010 · Posted in cerita dewasa sedarah · 4 Comments 

Cerita Dewasa – Habis isi pulsa,tapi mau kugunakan apa aku bingung,mau telpon orang terdekat ya gak punya problem yang harus dibicarakan jadi sebaiknya aku gunakan untuk apa’. Masih bingung sambil duduk di sebuah sofa di depan ku masih terhidang sepotong cake manis dan kopi susu,aku bairkan saja dulu. Terbersit sekilas ide cantik. Bayangan keponakan nakal “Febi’ kok banyak banget dikepala,akhirnya ku putuskan untuk meneleponnya,sudah lama gak denger suaranya yang centil dan genit.kehadirannya dan suaranya kadang aku rindukan membuat segala yang ku pikirkan dangkal jadi terang kembali,ku coba Berkali kali kucoba menghubungi HP Febi, dia keponakanku yang kuliah di Semarang, tapi selalu dijawab si Veronica,Wow,sebal banget suaranya bukan dari orang yang aku harapkan melainkan sekretaris nasional dari Telkomsel. Akhirnya aku spekulasi untuk langsung saja ke tempat kost-nya, aku masih punya waktu 2 jam sebelum schedule pesawat ke Jakarta, rasanya kurang pantas kalau aku di Semarang tanpa menengok keponakanku yang sejak SMP ikut denganku.

Read more

Cerita Dewasa – enaknya ngentot memek mertua yang masih seret

November 1, 2009 · Posted in cerita dewasa sedarah, Cerita Seks Perselingkuhan · 2 Comments 

cewek bugil

Cerita Dewasa – SI mertua yang seharusnya aku hormati karena dia adalah ibu mertuaku,malah kujadian sarana pelampiasan sex ku.Terlebih ini aku tahu bahwa Hal yang tidak patuttetep saja aku hubungan sex dengannya tanpa sepengetahuan istriku.Hari itu masih ku ingat dibenak ku,Mertuaku mendesah dengan hebatnya  dan menggelinjang merasakan desiran nikmat aku main dengan slow rasanya ada sensasi yang luar biasa tidak seperti dengan istriku sendiri. Pagutanku kemudian turun ke buah dada mertuaku. Kujilati dan gigit-gigit kecil puting susu mertuaku yang sudah mulai mengeriput tapi rasa nya tetep sama,sambil tangan yang satu meremas buah dada yang lain.dia mendesah-desah meremas bantal disebalahnya dengan Hasrat yang penuh nikmat. Cerita dewasa seks kembali menyajikan sepeputar sek diatas adalah cuplikan adegan panas salah satu anak menantu kepada sang mertua,dengan sensasi dan gairahnya yang mampu membuat kalian semua terangsang,karena bisa terangkai dengan indah dan mengundang nafsu ketika cerita itu dirangkai dari bait-bait cinta manusia yang tak sepantasnya melakukan itu. Semakin dilarang, semakin disenang.Semoga cerita kali ini membuat kalian semuanya puas dengan sek dan sek.

Ini adalah salah satu pengalaman nyata dari kehidupan sex-ku selama ini. Aku Roy, 32 tahun. Menikah, punya 2 anak. Istriku sangat cantik. Banyak yang bilang mirip bintang sinetron ternama saat ini. Kami tinggal di Bandung. Yang akan aku ceritakan adalah hubunganku dengan mertua aku sendiri.

Mertua aku tinggal di kota P, masih wilayah Jawa Barat. Suatu waktu aku ada tugas kerja ke kota P tersebut. Aku pergi naik motor. Sesampainya di kota P, aku langsung menyelesaikan tugas dari kantor. Setelah selesai, aku sengaja singgah dulu ke rumah mertua untuk istirahat. Sesampai di rumah, mertua perempuanku datang menyambut.

“Kok sendirian Roy? Mana anak istrimu?” tanya mertuaku.
“Saya ada tugas kantor disini, Ma. Jadi mereka tidak saya ajak. Lagian saya cuma sebentar kok, Ma. Hanya mau numpang mandi dan istirahat sebentar,” jawabku.
“O begitu.. Akan mama siapkan makanan buat kamu,” ujar mertuaku.

Lalu aku mandi. Setelah itu aku segera ke meja makan karena sudah sangat lapar.

Read more

Cerita Dewasa – Adik Iparku membuatku Orgasme berkali-kali

October 27, 2009 · Posted in cerita dewasa sedarah · 14 Comments 

http://photos-985.friendster.com/e1/photos/58/96/63046985/1_697437045l.jpg

To kesekian kalinya Ceritadewaseks.com tidak bosan-bosannya menyajikan cerita dewasa dan cerita seks yang heboh pastinya sekali mebaca kan berkunjung lagi dan berkunjung lagi.Dimana gak?cerita yang disajikan cukup terkesimak bila dihayati.Adapun cerita yang berbaur dengan sex akan menambah anda dalam berpikir luas tentang sex.Jika berpedoman pada “jangan Ml Sebelum nikah”bagus juga,tapi kuk bnyak yang gak kuat.Ya imannya masing-masing manusia beda.Emang sex adala”Masak apa Yen?” kataku sedikit mengejutkan adik iparku, yang saat itu sedang berdiri sambil memotong-motong tempe kesukaanku di meja dapur.

“Ngagetin aja sih, hampir aja kena tangan nih,” katanya sambil menunjuk ibu jarinya dengan pisau yang dipegangnya.
“Tapi nggak sampe keiris kan?” tanyaku menggoda.
“Mbak Ratri mana Mas, kok nggak sama-sama pulangnya?” tanyanya tanpa menolehku.
“Dia lembur, nanti aku jemput lepas magrib,” jawabku.
“Kamu nggak ke kampus?” aku balik bertanya.
“Tadi sebentar, tapi nggak jadi kuliah. Jadinya pulang cepat.”
“Aauww,” teriak Yeyen tiba-tiba sambil memegangi salah satu jarinya. Aku langsung menghampirinya, dan kulihat memang ada darah menetes dari jari telunjuk kirinya.
“Sini aku bersihin,” kataku sambil membungkusnya dengan serbet yang aku raih begitu saja dari atas meja makan.

Yeyen nampak meringis saat aku menetesinya dengan Betadine, walau lukanya hanya luka irisan kecil saja sebenarnya. Beberapa saat aku menetesi jarinya itu sambil kubersihkan sisa-sisa darahnya. Yeyen nampak terlihat canggung saat tanganku terus membelai-belai jarinya.

“Udah ah Mas,” katanya berusaha menarik jarinya dari genggamanku. Aku pura-pura tak mendengar, dam masih terus mengusapi jarinya dengan tanganku.

Aku kemudian membimbing dia untuk duduk di kursi meja makan, sambil tanganku tak melepaskan tangannya. Sedangkan aku berdiri persis di sampingnya.

“Udah nggak apa-apa kok Mas, Makasih ya,” katanya sambil menarik tangannya dari genggamanku.

Kali ini ia berhasil melepaskannya.

“Makanya jangan ngelamun dong. Kamu lagi inget Ma si Novan ya?” godaku sambil menepuk-nepuk lembut pundaknya.
“Yee, nggak ada hubungannya, tau,” jawabnya cepat sambil mencubit punggung lenganku yang masih berada dipundaknya.

Kami memang akrab, karena umurku dengan dia hanya terpaut 4 tahun saja. Aku saat ini 27 tahun, istriku yang juga kakak dia 25 tahun, sedangkan adik iparku ini 23 tahun.

“Mas boleh tanya nggak. Kalo cowok udah deket Ma temen cewek barunya, lupa nggak sih Ma pacarnya sendiri?” tanyanya tiba-tiba sambil menengadahkan mukanya ke arahku yang masih berdiri sejak tadi.

Sambil tanganku tetap meminjat-mijat pelan pundaknya, aku hanya menjawab, “Tergantung.”
“Tergantung apa Mas?” desaknya seperti penasaran.
“Tergantung, kalo si cowok ngerasa temen barunya itu lebih cantik dari pacarnya, ya bisa aja dia lupa Ma pacarnya,” jawabku sekenanya sambil terkekeh.
“Kalo Mas sendiri gimana? Umpamanya gini, Mas punya temen cewek baru, trus tu cewek ternyata lebih cantik dari pacar Mas. Mas bisa lupa nggak Ma cewek Mas?” tanya dia.
“Hehe,” aku hanya ketawa kecil aja mendengar pertanyaan itu.
“Yee, malah ketawa sih,” katanya sedikit cemberut.
“Ya bisa aja dong. Buktinya sekarang aku deket Ma kamu, aku lupa deh kalo aku udah punya istri,” jawabku lagi sambil tertawa. Read more

Next Page »