Cerita Dewasa – Seks dalam toilet kereta api
Cerita Dewasa – Pacaraku ternyata tidak tahan godaan,sms yang merangsang telah membangkitkan nafsunya.Sudah lama memang dia jarang ku belai,karena jarak yang menyebkan kami tidak bisa setiap saat bertemu.Bagiku itu semua bukan penghalang untuk putus komunikasi dengannya,toh semingu atau satu bulan sekali aku bisa menemuinya lagi.Makanya aku pun harus memberi pengertian dengan dia agar dia menahan setiap rindunya yang menderu terhujam oleh waktu jika kita tidak bertemu.Ku yakinkan dia setiap waktu,aku adalah cowok yang paling setia,hatiku tidak mungkin terbagi dengan sapa saja.Semuanya utuh untuk dirinya”itu rayuan gombal ku”.Biar dia tidak selalu resah,dalam kerinduan yang terpendam.Urusan kantor telah selesai dan hari itu juga aku harus kembali ke Jakarta karena ada janji dengan pacarku malam ini. Rasanya capek sekali terutama pikiranku. Aku segera ke Stasiun Bandung untuk memburu Kereta Api Argogede yang ke Jakarta.
Kubayangkan pacar manisku yang menunggu di stasiun.
“Permisi Mas..”, kudengar suara lembut.
Dengan cuek kakiku kutekuk dan gadis itu melewatiku untuk duduk di sebelahku. Mataku tetap terpejam. Kucium wangi parfumnya. Ah, mahal juga, batinku. Kereta mulai berjalan. Aku selonjor kembali dan tanganku kuletakkan di perutku. Rasa kantuk mulai menyerangku. Sekitar setengah jam perjalanan, kantukku makin menjadi. Tanpa sadar tanganku jatuh ke samping. Sempat menyentuh kaki gadis sebelahku tapi segera kutarik kembali. Dua kali tanganku terjatuh.
“Maaf..”, kataku tetap merem dan badanku kutegakkan.
Aku kembali terkantuk-kantuk.. Kurasakan tanganku terjatuh kembali. Kali ini kesamping, kecelah antara aku dan dia duduk. Aku sudah tak mampu lagi menangkatnya. Sudah terlalu ngantuk. Atau barangkali sudah setengah tidur tapi sedikit aku masih merasakannya. Read more
Cerita Dewasa – Pesta Seks bersama temanku yang sangat nikmat

Cerita Dewasa – Bila teringat masa lalu mungkin semua akan berbalik pada kenangan yang tidak pernah henti.Kenangan mungkin akan membekas tidak bisa terlepas dari benak hingga suatu nanti akan terhapus bersama raga yang membawa pergi untuk selamanya.Sebut saja Namaku Sonny, dulu sewaktu masih SMP aku lebih suka berpenampilan cool atau yang di kenal macho hingga ada beberapa teman wanita yang naksir denganku Mereka kayak berlomba-lomba bisa dapetin aku, tugangan yang aku kendarai juga lumyan sep Honda tiger,sapa cewek yang tak mau denganku, bukan sombong maklumlah waktu itu aku bintang kelas di SMP tersebut terkenal paling prenship dan cakep, di antara perempuan-perempuan yang menaruh hati padaku.next setalah kami sama-sama dewasa,dan bekerja kita dipertemukan kemba dengan kehendak Tuhan,mau tau inilah cerita lanjut kelengkapan kisahnya.Aku sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta yang kebetulan aku termasuk eksekutif muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku ada meeting di Surabaya dan kebetulan hari itu ulang tahun Rere (Rere termasuk wanita yang lumayan tingginya 170, branya 36 dan bodinya itu tuch yang semok alias seksi montok). Sehabis meeting, aku iseng menelepon Rere dan dia mengundangku datang ke rumahnya. Kemudian aku langsung saja cabut ke rumah Rere, eh nggak tahunya di situ ramai juga teman-temennya yang datang, termasuk Vinvin.
Acara pesta tersebut berlangsung sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut Rere cerita kepadaku kalau minggu depan dia mau menikah terus Vinvin minggu depannya lagi, lalu Rere cerita masa-masa dia naksir aku terus sampai sekarang dia masih kangen berat. Maklumlah sudah 2 tahunan nggak jumpa. Kebetulan waktu itu komputer dia lagi ngadat. Nah kesempatan buatku untuk tinggal lebih lama. Langsung saja kucoba membetulkan PC-nya. Sementara di rumahnya tinggal Vinvin saja yang belum pulang dan orang tuanya juga nggak ada.
Pas sedang asyik mengutak-atik PC-nya, dia menungguku di sampingku dengan sekali-sekali melirikku, aku sendiri masih hati-hati mau menembak dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main serobot saja. Dari belakang Vinvin langsung memelukku dan meng-kiss pipiku (Vinvin nggak beda jauh sama Rere, bedanya mata Rere kebiru-biruan sedikit dan lebih hitam dari Vinvin). Punggungku terasa ada benda kental yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin membisikan kalau dia masih kepingin denganku, terus aku responin juga kalau aku kangen juga, terus kulumat saja bibirnya yang mungil kemerah-merahan itu. Vinvin langsung balas dengan penuh nafsu dan tetap memelukku dari belakang tapi tangannya sudah langsung menggerayangi penisku, dalam hati ini anak kepingin di embat nich. Aku lihat Rere disampingku bengong saja dan cemberut merasa kalah duluan. Terus Rere pergi sebentar, aku masa bodoh saja, kutarik si Vinvin ke pangkuanku dan bibirnya masih kulumat habis. Gila! nafsunya besar sekali! Setelah itu kualihkan dari bibir, kukecup terus ke bawah sambil tanganku meraba buah dadanya yang besar dan kenyal. Pas kukecup di belahan buah dadanya, Vinvin berteriak, “Sstt aahh� dan semakin kencang remasan tangannya yang sudah masuk ke CD-ku, kubuka saja bajunya terus branya sekalian. Kelihatan buah dadanya menggantung siap diremas habis. Dengan gemasnya kulumat habis buah dadanya sampai dia menggelinjang keenakan dan suara yang “sstt sstt aahh…� Setelah itu tanganku pindah ke CD-nya yang sudah basah, langsung saja kulepas roknya. Dia pun kelihatan bugil tapi masih pakai CD.
