Cerita Dewasa Seks – Sekretaris nakal yang masih virgin

October 30, 2009 · Posted in Cerita Seks Perselingkuhan · 1 Comment 

cerita dewasa

Cerita Dewasa – Akupun berbalik badan hingga aku tak kuasa karena di depan mataku nampak sosok gadis cantik tubuh indah dengan BH yang transparan.kemaluanku yang tiba-tiba tegang membuat aku panik penasaran,karena cewek itu memakai ROk mini di atas lutut dan tidak memakai dalaman hanya CD kelihatnannya,karena garis CDnya sungguh menonjol apalagi bokong yang bahenol sesekali si cwek itu usap-usap bokongnya untuk merapikan posisi roknya yang agaknya naik-naik keatas karena kependekan makin gemas aku ingin meremas bokong yang agak bulat dan sungguh indah.Siapa dia kalau bukan calon sekretari.Sepenggal cerita panas mengenai Sekretaris yang akhirnya aku bisa salurkan sex ku dengannya.inilah cerita awal mulanya. sebenarnya Aku sudah berkeluarga, tapi aku punya WIL yang juga sangat kucintai. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. Karena itu aku akan memanggilnya dalam cerita ini sebagai istriku. Dari obrolan selama ini ia mengatakan bahwa ia ingin melihatku ‘bercinta’ dengan wanita lain. Akhirnya tibalah pengalaman cerita seks kami ini.

Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Seperti telah direncanakan, kubelokkan mobil ke arah pom bensin di Sentul. setelah tadi tak sempat aku mengisinya. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok karena seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.

Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari seperti ini walaupun menggunakan topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi kalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja. Aku sempat khawatir kalau ia tidak berada di deretanku dan aku masih hanyut dalam berbagai terkaan tentangnya, aku tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menawarkan produknya. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..” Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.

Read more